10
Apr
08

Tanaman dan hewan langka terancam punah

Sejumlah Tanaman dan Hewan Langka Terancam Punah

PANGKALANKERINCI (Riau Online): Sejumlah jenis tanaman dan burung langka yang selama ini merupakan hidup di hutan tropis Kabupaten Pelalawan, kini kondisinya sangat memprihatinkan dan terancam punah. Hal ini terjadi akibat eksploitasi hutan secara serampangan yang dilakukan sejumlah perusahaan besar di daerah itu.
PANGKALANKERINCI (Riau Online): Sejumlah jenis tanaman dan burung langka yang selama ini merupakan hidup di hutan tropis Kabupaten Pelalawan, kini kondisinya sangat memprihatinkan dan terancam punah. Hal ini terjadi akibat eksploitasi hutan secara serampangan yang dilakukan sejumlah perusahaan besar di daerah itu. ‘’Akibat eksploitasi ini tidak hanya menyebabkan banjir tapi yang lebi parah, sejumlah tanaman dan burung langka, kini terancam punah,’’ ujar Ketua Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Pelalawan Ir Bambang Puji Suroto menjawab wartawan di ruang krjanya baru-baru ini. Didampingi stafnya T Nahar, Bambang menjelaskan jenis tanaman liar yang terancam punah seperti Cimpur, sejenis tanaman hiasa yang berbunga indah. Begitu juga dengan tanaman Seminai dan Suntai—saat ini sudah sulit ditemukan. Seminai biasanya dijadikan sebagai minyak goreng. Minyak goreng yang dihasilkan pohon ini dikenal sangat enak dan berbau harum. “Tapi saya, saat ini pohon seminai sulit ditemukan di hutan,’’ ujarnya. Begitu juga dengan jenis tumbuhan langka lainnya seperti Jelutung, Balam Merah, Sebarau, Kepinis, Tembesu dan Nibung. Saat ini, sudah sangat sulit menemukan jenis kayu ini. Nasib yang tidak kalah parahnya juga dialami oleh sejumlah jenis hewan langka. Sebagai contoh, burung serindit dan enggang. Kedua jenis burung ini termasuk jenis hewan yang dilindungi, namun akibat ulah tangan-tangan jahil dan tidak bertanggung jawab, kini keberadaan hewan itu sudah sangat sulit ditemukan. Ditanya upaya Pemda Pelalawan dalam upaya melindungi tanaman dan hewan langka di hutan tropis Pelalawan,Bambang mengatakan hanya ada satu cara untuk melestarikan hewan dan tubuhan langka itu, yakni melindungan mereka. Bentuk perlindungan tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan pelestarian kembali. Upaya ini tidak bisa diserahkan kepada Bapedal atau dinas kehutanan saja, tapi harus melibatkan semua komponen masyarakat. ‘’Jika tidak ada upaya untuk melestarikannya, maka semua tanaman dan hewan yang menjadi kebanggaan masyarakat Pelalawan akan punah,’’ ujarnya. Tapi agar tanaman tersebut bisa diselamatkan. Maka semua pihak terutama perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan agar melakukan penanaman kembali berbagai tanaman langka terutama untuk tanaman hias di pekarangan maupun halaman kantor sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan hidup. ‘’Kalau gerakan ini kita mulai sekarang belum terlambat, tetapi jika menunggu 5 atau 10 tahun lagi bibit akan habis dan sejumlah tanaman langka ini akan punah seiring dengan maraknya penebangan liar dan eksploitasi hutan sebagai paru-paru dunia pun tinggal kenangan,’’ tutur Bambang penuh khawatir. Dikatakanya, pohon Nibung yang bentuknya seperti Pinang dan batangnya juga tahan ratusan tahun meski terendam di dalam air laut biasanya tumbuh di sekitar pantai, seperti di daerah Kecamatan Teluk Meranti dan Kuala Kampar. Bahkan pada jaman kerajaan dahulu saking kerasnya kayu Nibung ini digunakan sebagai Paku yang menghubungkan dua bagian kayu juga semakin sulit didapat. Begitu pula katanya, pohon Kempas pada zaman HPH dulu tidak diambil karena keras, belakangan sudah mulai ditebang, jadi sarang untuk burung Enggang yang dilindungi untuk berteduh juga kehilangan tempat dan terancam raib entah kemana. Dikatakan Bambang, pelestarian tanaman dan hewan satu sama lainnya memang saling berkaitan, dan sebelum segalanya terlambat dan disesali, pelestarian harus segera dilakukan.

0 Responses to “Tanaman dan hewan langka terancam punah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: